Eks Dubes: Board of Peace Nggak Jelas? Indonesia Mending Skip! 🙅‍♀️

⚡ LEVEL 1: TL;DR (Too Long; Didn’t Read)

  • Mantan Dubes RI, Hasyim Djalal, bilang “Board of Peace” itu nggak jelas konsepnya, ibarat ilusi!
  • Menurut beliau, Indonesia susah banget masuk karena Board ini kayaknya cuma buat negara-negara yang udah konflik atau punya masalah sama perdamaian.
  • Intinya, beliau ngingetin kita jangan buang-buang energi buat hal yang cuma wacana dan nggak jelas arahnya. Fokus yang real aja! 🫠

🗣️ LEVEL 2: DEEP DIVE (Yuk, Gas!)

Jadi gini, gaes. Ada omongan panas dari Prof. Hasyim Djalal, doi ini mantan Duta Besar RI sekaligus pakar hukum laut yang disegani abis. Dia ngomong soal “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian yang lagi rame dibahas, katanya sih idenya dari India.

Menurut Prof. Hasyim, Board of Peace ini kabur banget konsepnya. Kayak gebetan yang ngasih sinyal tapi nggak jelas mau dibawa kemana, bikin pusing! 😩 Doi bahkan nyebut ini cuma “ilusi” doang, nggak ada wujud konkretnya. Kriteria keanggotaannya juga nggak jelas, kayak tes masuk kuliah jurusan seni rupa, random abis. Jadi, beliau pesimis banget kalau Indonesia bisa gabung atau malah nggak perlu gabung sama sekali.

Kenapa nggak perlu? Karena, kata beliau, Dewan ini kayaknya didesain buat negara-negara yang punya masalah perdamaian atau lagi perang. Sementara Indonesia? Kita selalu konsisten lho jadi negara yang cinta damai dan aktif di misi-misi perdamaian PBB. Kan keren! 😎 Jadi, buat apa kita ikut-ikutan ke “dewan” yang niatnya aja udah ambigu?

Intinya, Prof. Hasyim ngasih wejangan biar kita fokus aja sama peran kita yang udah jelas di kancah global. Jangan sampe energi dan sumber daya kita abis buat ngejar hal yang nggak pasti dan mungkin nggak cocok sama jati diri bangsa. Mending kita perkuat aja posisi kita sebagai negara netral yang selalu siap jadi penengah konflik, bukan malah jadi bagian dari “board” yang konsepnya aja masih di awang-awang. Setuju nggak, Gen Z?

🤔 Opini gue sih…

Pandangan Prof. Hasyim Djalal ini menyajikan perspektif kritis yang patut kita renungkan. Di tengah hiruk-pikuk diplomasi global, penting bagi Indonesia untuk memprioritaskan keterlibatan yang jelas dan berdampak, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Kejelasan konsep adalah kunci agar partisipasi kita efektif dan strategis.

Leave a Comment