STOP BAYAR! Pemkot Solo Angkat Tangan Soal Listrik Keraton

⚡ LEVEL 1: TL;DR

  • Mulai Februari 2026, Pemkot Solo resmi tidak lagi menanggung biaya tagihan listrik Keraton Surakarta.
  • Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam, dengan alasan APBD tidak bisa terus-menerus membiayai kebutuhan listrik pihak ketiga.
  • Pemerintah Kota Solo berharap Keraton Surakarta bisa lebih mandiri dalam pengelolaan keuangannya.

🗣️ LEVEL 2: DEEP DIVE

Woy, warga Solo! Ada kabar penting nih dari Balaikota. Pemkot Solo, yang dikenal dengan rekam jejak “AMAN” dalam urusan duit rakyat, akhirnya ngambil keputusan tegas. Mulai bulan ini, tagihan listrik Keraton Surakarta resmi enggak lagi jadi tanggungan APBD Kota Solo.

Ini bukan tanpa alasan, Gaes. Kata Pemkot, selama ini kan mereka udah bantuin banget tuh, tapi ya mau sampai kapan? Anggaran daerah kan ada peruntukannya, biar lebih fokus ke kebutuhan rakyat banyak. Langkah ini patut diacungi jempol sih, namanya juga transparansi dan efisiensi anggaran, biar duit kita nggak “bocor” ke hal-hal yang sebenarnya bisa mandiri.

Nah, kalau ngomongin Keraton Surakarta, emang nggak asing lagi sama drama keluarga yang kabarnya sering bikin heboh ya? Diduga kuat sengketa internal dan masalah pengelolaan aset ini bikin kondisi Keraton jadi sorotan. Masa iya, di tengah riuhnya urusan internal, masih berharap subsidi listrik terus-terusan dari Pemkot? Kan malu atuh sama rakyat yang tiap bulan mesti putar otak buat bayar listrik sendiri.

Kita mah sebagai rakyat kecil cuma berharap yang terbaik aja. Semoga Keraton Surakarta bisa lebih mandiri, bisa menyelesaikan segala polemik internalnya, dan bisa tetap jadi ikon budaya yang membanggakan tanpa harus bergantung ke kas daerah. Duit rakyat mending dipake buat fasilitas umum atau subsidi buat UMKM, bener nggak?

✊ Suara Kita:

“Semoga keputusan ini jadi momentum buat semua pihak, termasuk Keraton, untuk makin mandiri dan transparan. Duit rakyat itu amanah, harusnya kembali buat rakyat. #SoloBersih #DuitRakyat”

6 thoughts on “STOP BAYAR! Pemkot Solo Angkat Tangan Soal Listrik Keraton”

  1. Sungguh mulia niat Pemkot ini, ya. Setelah sekian lama memanjakan, akhirnya ‘dipaksa’ mandiri. APBD yang tidak memungkinkan, padahal kalau untuk ‘proyek prestisius’ sepertinya selalu ada celah. Semoga kemandirian Keraton ini bukan pertanda kemandirian anggaran untuk rakyat yang semakin sulit.

    Reply
  2. Waduh, keraton kok ya listriknya jadi masalah. Semoga ada jalan keluar yang baik lah ya, biar ndak gelap gulita. Kasian juga keratonnya, padahal kan lambang budaya kita. Kita doakan saja semua bisa beres, ya.

    Reply
  3. Listrik keraton aja jadi rebutan, lha terus nasib emak-emak yang tiap hari mikir token listrik sama harga beras gimana? Giliran rakyat kecil, naik terus harga kebutuhan. Keraton mah harusnya bisa usaha sendiri, jangan nyusahin pemerintah terus, apa ga malu?

    Reply
  4. Keraton disuruh bayar listrik sendiri? Lah, kita rakyat biasa mah udah biasa bayar listrik, air, PBB, cicilan motor, cicilan pinjol. Gaji UMR habis buat kebutuhan pokok doang. Kalo keraton ga kuat bayar listrik, berarti sama susahnya dong sama kita ya? Hadeh, kerasnya hidup.

    Reply
  5. Anjir, keraton listriknya diputus? Seriusan? Kirain cuma di sinetron doang ada begini. Makanya, bro, dari dulu harusnya cari cuan sendiri dong. Jangan cuma ngarep disubsidi. Kalo gini kan jadi menyala banget drama perebutan singgasananya. Wkwk.

    Reply
  6. Ini pasti ada udang di balik batu. Mana mungkin Pemkot tiba-tiba angkat tangan begitu? Ini cuma dalih untuk melemahkan Keraton dari dalam, agar lebih mudah dikendalikan atau bahkan… diganti. Kemandirian? Itu cuma kata manis untuk privatisasi terselubung. Kita lihat saja nanti siapa yang diuntungkan.

    Reply

Leave a Comment