Mentan & Komnas Perempuan: Wajah Baru Ketahanan Pangan?
Sisi Wacana mengupas tuntas pertemuan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Komnas Perempuan, menyoroti urgensi peran perempuan dalam ketahanan pangan dan keadilan agraria di Indonesia.
Sisi Wacana mengupas tuntas pertemuan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Komnas Perempuan, menyoroti urgensi peran perempuan dalam ketahanan pangan dan keadilan agraria di Indonesia.
Sisi Wacana membongkar narasi ‘ketahanan pangan’ Indonesia. Benarkah klaim swasembada berpihak pada rakyat kecil atau justru menguntungkan segelintir elit dengan praktik kartel dan kebijakan yang tidak transparan?
Amran bongkar modus operandi mafia beras yang mengalihkan barang subsidi, merugikan petani dan konsumen. Analisis mendalam Sisi Wacana mengungkap implikasi pada ketahanan pangan.
Sisi Wacana mengupas tuntas janji insentif El Nino dari Airlangga Hartarto untuk pangan dan air. Analisis kritis atas rekam jejak kebijakan dan potensi kepentingan tersembunyi.
Analisis mendalam Sisi Wacana terkait kabar 116 juta warga RI rentan pangan dan respons Kepala Bapanas. Bedah fakta, implikasi, serta solusi strategis untuk ketahanan pangan nasional.
Sisi Wacana mengupas tuntas rencana Bulog memproduksi beras MBG. Analisis kritis tentang dampak kebijakan ini terhadap ketahanan pangan, petani, dan harga beras bagi masyarakat Indonesia.
Sisi Wacana mengkritisi penutupan 833 Dapur Makanan Bergizi (MBG) oleh BGN, menganalisis dampak sosial, dan menyoroti potensi kepentingan elit di balik alasan efisiensi. Siapa yang paling diuntungkan dari kebijakan ini?
Analisis mendalam Sisi Wacana tentang ancaman Mitra MBG untuk ‘menggembok dapur nasional’ akibat harga pangan yang tidak adil bagi petani, serta implikasinya terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
Sisi Wacana membedah di balik permintaan Bulog agar isu El Nino tidak digembar-gemborkan. Analisis mendalam tentang stabilitas pasar, hak informasi publik, dan dampaknya pada harga pangan.
Sisi Wacana mengupas tuntas 5 bendungan baru senilai Rp9,79 triliun, menganalisis klaim peningkatan produksi padi 720.000 ton dan potensi dampak bagi petani kecil serta ketahanan pangan nasional.