PLN Ganti Kemudi: Rakyat di Simpang Janji atau Celah Oligarki?
Analisis mendalam Sisi Wacana terkait perombakan direksi PLN: menyoroti janji reformasi vs. realita kepentingan elit dan dampaknya pada masyarakat. Sebuah bedah fakta kritis.
Analisis mendalam Sisi Wacana terkait perombakan direksi PLN: menyoroti janji reformasi vs. realita kepentingan elit dan dampaknya pada masyarakat. Sebuah bedah fakta kritis.
Sisi Wacana menganalisis pengungkapan 41 nama baru oleh Sony Sonjaya dalam kasus korupsi investasi fiktif MBG. Siapa yang patut diduga kuat terlibat dan bagaimana implikasinya bagi keadilan dan kepercayaan publik?
Analisis mendalam Sisi Wacana terhadap kasus korupsi Glory Harimas di MBG yang menjual SPPG Rp 100 juta/titik, mengungkap dampak pada petani dan ketahanan pangan.
Sisi Wacana menyoroti kontroversi kenaikan BI Rate dan permintaan Airlangga Hartarto kepada Himbara untuk menahan kenaikan bunga kredit, mengungkap kepentingan di balik layar.
Analisis mendalam Sisi Wacana tentang penetapan tersangka baru dari pihak swasta di kasus korupsi tata kelola MBG. Membedah modus operandi dan siapa elit yang diuntungkan dibalik skema ini.
Sony Sonjaya membongkar dugaan proyek CCTV fiktif senilai Rp 300 miliar di ‘Program MBG’. Analisis Sisi Wacana menyoroti transparansi anggaran dan potensi kerugian negara. Siapa yang diuntungkan dari kabut misteri ini?
Sisi Wacana menyoroti evaluasi harga batu bara DMO oleh Bahlil Lahadalia. Analisis kritis motif di balik kebijakan ini dan potensi keuntungan elit di tengah rekam jejak yang kontroversial.
Analisis mendalam Sisi Wacana menyoroti tragedi 1.000 korban jiwa di Gaza akibat gencatan senjata yang diabaikan. Mengungkap aktor di balik konflik dan standar ganda media internasional.
Sisi Wacana mengupas tuntas penegasan pemerintah bahwa eks Hotel Sultan adalah Barang Milik Negara. Analisis mendalam tentang implikasi hukum dan keuntungan bagi publik dari penyelamatan aset negara ini.
Sisi Wacana mengupas tuntas keputusan BGN menghentikan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Benarkah penghematan Rp 3 triliun sepadan dengan risiko gizi anak bangsa?