IHSG Ambruk 2,5%: Ada Apa di Balik Kepanikan Pasar?
Analisis mendalam Sisi Wacana terkait anjloknya IHSG 2,5% pada 08 Mei 2026. Bongkar pemicu global dan implikasinya bagi stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat biasa.
Analisis mendalam Sisi Wacana terkait anjloknya IHSG 2,5% pada 08 Mei 2026. Bongkar pemicu global dan implikasinya bagi stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat biasa.
Menteri Keuangan Purbaya menunaikan ibadah Haji sambil mendoakan ekonomi Indonesia. Sisi Wacana mengupas tuntas makna di balik gestur ini, menghubungkan spiritualitas dengan realitas kebijakan dan harapan masyarakat.
Sisi Wacana mengupas tuntas target pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,5% di 2027 yang membutuhkan dana Rp8.841 triliun. Siapa diuntungkan, dan apa dampaknya bagi rakyat?
Analisis kritis Sisi Wacana terhadap pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa tentang ‘keajaiban’ ekonomi RI yang dikaitkan dengan Prabowo Subianto. Benarkah ada keajaiban personal atau ini narasi politik?
Sisi Wacana mengupas tuntas defisit APBN Rp 240 Triliun di akhir Maret 2026. Apa penyebabnya dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat biasa? Sebuah analisis mendalam.
Sisi Wacana mengkritisi klaim Kementerian Keuangan tentang resiliensi ekonomi Indonesia, membandingkan data makro dengan realitas daya beli masyarakat dan menyoroti siapa yang diuntungkan.
Sisi Wacana membedah peresmian proyek hilirisasi Rp116 Triliun oleh Prabowo, menganalisis klaim vs. realita, dan implikasinya bagi rakyat kecil serta elite.
Analisis mendalam Sisi Wacana tentang janji Purbaya untuk tidak menaikkan pajak hingga ekonomi Indonesia tumbuh 6%. Membedah fakta, implikasi, dan tantangan di balik komitmen fiskal ini.
Analisis mendalam Sisi Wacana mengupas kerentanan kedaulatan pangan Indonesia di tengah ketidakpastian global, menyoroti peran lembaga kunci dan kepentingan elit di baliknya. Pelajari dampaknya bagi rakyat.
Sisi Wacana menganalisis kehadiran Dirut BRI di Jogja Financial Festival. Sejauh mana peran BUMN dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat dan tantangan yang masih harus dihadapi?